Paradoks atau dalam bahasa inggris dikenal dengan Paradox, kata ini mungkin sering kali kita temui dalam keseharian kita, tapi kita tidak tau apa sih sebenarnya Paradoks itu. Kamus Besar Bahasa Indonesia menyatakan bahwa Paradoks adalah pernyataan yg seolah-olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran.
Hampir semua manusia di muka bumi ini tidak bisa lepas dari Teknologi Informasi. Bahkan dapat dikatakan bahwa sekarang ini manusia tidak bisa hidup tanpa teknologi informasi. Dengan demikian tidak dapat kita pungkiri bahwa teknologi informasi memberi dampak yang signifikan terhadap kehidupan manusia saat ini. Tidak hanya manusia sebagai individu saja yang merasakan pengaruh terhadap teknologi informasi, tapi juga manusia sebagai kelompok atau bisa kita katakan organisasi atau perusahaan juga sangat merasakan dampak yang ditimbulkan oleh tekologi informasi.
Kita bisa melihat perusahaan saling berlomba untuk mengembangkan sektor teknologi informasi dalam perusahaannya. Karena hal itu banyak terjadinya investasi besar-besaran oleh perusahaan dalam membangun teknologi informasi dalam perusahaannya. Timbul keyakinan bahwa dengan membangun teknologi informasi dalam perusahaan akan memberikan obat mujarab untuk meningkatkan manajemen perusahaan, dan pasti akan mengakibatkan meningkatnya produktifitas yang diperoleh dari faktor-faktor produksi dan perbaikan dalam kinerja perusahaan. Sehingga sebagian besar perusahaan membangun teknologi informasi dalam perusahaannya dalam bentuk sistem pengolahan data, sistem informasi manajemen, dan sistem informasi strategis.
Akan tetapi dengan adanya pengembangan teknologi informasi dalam perusahaan memberikan dampak yang signifikan bukan hanya dampak positif, melainkan juga dampak negative yang tidak bisa kita abaikan. Ketika perusahaan mengembangkan teknologi informasi dalam perusahaannya, produktifitas dan manajemen perusahaan akan jauh meningkat, tapi dibalik itu juga timbul pengurangan tenaga kerja yang dikarenakan fungsi dari tenaga kerja banyak yang dapat digantikan oleh teknologi informasi yang diimplementasikan di perusahaan tersebut, dengan kata lain dengan adanya teknologi informasi yang diterapkan dalam suatu perusahaan dapat menggantikan fungsi dari beberapa atau bahkan banyak tenaga kerja. Dalam hal ini timbul paradox dalam pengembangan teknologi informasi dalam perusahaan, yaitu dengan adanya teknologi informasi dalam perusahaan dapat meningkatkan produktifitas, akan tetapi keberadaan teknologi informasi dalam perusahaan itu dapat menggantikan tenaga kerja yang ada di perusahaan, sehingga dapat mengakibatkan meningkatnya pengangguran karena adanya penerapan teknologi informasi dalam perusahaan.
Salah satu contoh nyata dalam pengembangan teknologi informasi dalam perusahaan yaitu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) yang diterapkan oleh Bank. Dengan adanya ATM tersebut akan memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi. Dengan adanya ATM tersebut, intensitas nasabah untuk datang langsung ke Bank akan berkurang secara signifikan. Sehingga akan timbul semakin sedikitnya kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh Bank, karena sebagian sudah diwakili oleh ATM. Dibalik itu, untuk menerapkan ATM, investasi yang dikeluarkan oleh Bank bisa dibilang sangat besar. Sehingga untuk mengembalikan nilai investasi yang dikeluarkan oleh Bank bukanlah perkara yang mudah bahkan membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
Nilai keberhasilan dari penerapan teknologi informasi dalam suatu perusahaan, tidak bisa hanya ditinjau dari segi finansial saja, tapi juga dari segi non-finansial juga harus diperhatikan misalnya kepuasan pelanggan, kemudahan kinerja, loyalitas pelanggan, kepercayaan pelanggan, dan lain-lain.
Hampir semua manusia di muka bumi ini tidak bisa lepas dari Teknologi Informasi. Bahkan dapat dikatakan bahwa sekarang ini manusia tidak bisa hidup tanpa teknologi informasi. Dengan demikian tidak dapat kita pungkiri bahwa teknologi informasi memberi dampak yang signifikan terhadap kehidupan manusia saat ini. Tidak hanya manusia sebagai individu saja yang merasakan pengaruh terhadap teknologi informasi, tapi juga manusia sebagai kelompok atau bisa kita katakan organisasi atau perusahaan juga sangat merasakan dampak yang ditimbulkan oleh tekologi informasi.
Kita bisa melihat perusahaan saling berlomba untuk mengembangkan sektor teknologi informasi dalam perusahaannya. Karena hal itu banyak terjadinya investasi besar-besaran oleh perusahaan dalam membangun teknologi informasi dalam perusahaannya. Timbul keyakinan bahwa dengan membangun teknologi informasi dalam perusahaan akan memberikan obat mujarab untuk meningkatkan manajemen perusahaan, dan pasti akan mengakibatkan meningkatnya produktifitas yang diperoleh dari faktor-faktor produksi dan perbaikan dalam kinerja perusahaan. Sehingga sebagian besar perusahaan membangun teknologi informasi dalam perusahaannya dalam bentuk sistem pengolahan data, sistem informasi manajemen, dan sistem informasi strategis.
Akan tetapi dengan adanya pengembangan teknologi informasi dalam perusahaan memberikan dampak yang signifikan bukan hanya dampak positif, melainkan juga dampak negative yang tidak bisa kita abaikan. Ketika perusahaan mengembangkan teknologi informasi dalam perusahaannya, produktifitas dan manajemen perusahaan akan jauh meningkat, tapi dibalik itu juga timbul pengurangan tenaga kerja yang dikarenakan fungsi dari tenaga kerja banyak yang dapat digantikan oleh teknologi informasi yang diimplementasikan di perusahaan tersebut, dengan kata lain dengan adanya teknologi informasi yang diterapkan dalam suatu perusahaan dapat menggantikan fungsi dari beberapa atau bahkan banyak tenaga kerja. Dalam hal ini timbul paradox dalam pengembangan teknologi informasi dalam perusahaan, yaitu dengan adanya teknologi informasi dalam perusahaan dapat meningkatkan produktifitas, akan tetapi keberadaan teknologi informasi dalam perusahaan itu dapat menggantikan tenaga kerja yang ada di perusahaan, sehingga dapat mengakibatkan meningkatnya pengangguran karena adanya penerapan teknologi informasi dalam perusahaan.
Salah satu contoh nyata dalam pengembangan teknologi informasi dalam perusahaan yaitu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) yang diterapkan oleh Bank. Dengan adanya ATM tersebut akan memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi. Dengan adanya ATM tersebut, intensitas nasabah untuk datang langsung ke Bank akan berkurang secara signifikan. Sehingga akan timbul semakin sedikitnya kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh Bank, karena sebagian sudah diwakili oleh ATM. Dibalik itu, untuk menerapkan ATM, investasi yang dikeluarkan oleh Bank bisa dibilang sangat besar. Sehingga untuk mengembalikan nilai investasi yang dikeluarkan oleh Bank bukanlah perkara yang mudah bahkan membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
Nilai keberhasilan dari penerapan teknologi informasi dalam suatu perusahaan, tidak bisa hanya ditinjau dari segi finansial saja, tapi juga dari segi non-finansial juga harus diperhatikan misalnya kepuasan pelanggan, kemudahan kinerja, loyalitas pelanggan, kepercayaan pelanggan, dan lain-lain.